16 februari 2011

Wednesday, February 16, 2011

Sebatang rokok itu mebuatku sedikit terbawa suasana, malam yang dingin ini membuatku merenung betapa tragisnya hari ini. Isi kepala yang seakan mau keluar ini terus mengingatkan aku tentang semua kejadian buruk hari ini.


Pagi itu hpku berdering kencang dan membangun kan tidurku, suara Laras seorang gadis Surabaya yang biasa aku kenal dengan nama nixeruby itu membangunkanku dari tidur malamku, Laras adalah seorang pelajar sekolah menengah atas didaerah Surabaya, "bangun mas.." suara dari dalam hp itu membuatku terbangun dan memberi sedikit senyuman pagi buatku sendiri, sejenak aku berbincang dengan dia, dan mendengarkan beberapa ucapan semangat buatku untuk maju seminar proposal hari ini. kulihat ada dua pesan masuk dihpku, yang pertama dari sang pujaan hati siapalagi kalo bukan Rinny pacarku tersayang, dan yang kedua dari Anha seorang gadis muslimah yang saat ini masih melanjutkan kuliah nya diuniversitas islam dipekanbaru.

Motor Julenk mulai mengaum dan memecah suasana pagi, aku dan beberapa sahabatku tersayang bersiap melangkahkan kaki kekampus, untuk seminar proposal hari ini, aku sadar bahwa perjuanganku bimbingan dengan pak Dadang dan buk Yuli akan ditentukan hari ini.

Lantai tiga ruangan 325 inilah tempat aku dieksekusi nantinya, kulihat Echa masih merperjuangkan proposalnya dihadapan para penguji. hari sudah menunjukan pukul 10 lewat, aku sadar bahwa jadwal sudah ngaret, kelihatannya seminar Echa diruang 325 itu sangat sengit sekali, kulihat pak Nanda selaku pembimbing Echa juga mati matian membela anak didiknya, sementara Echa hanya bisa berdiri terpaku cemas menanti keputusan dari para penguji dan pembimbing didalam ruangan itu.

keputusan yang diharapkan Echa akhirnya didapatnya, dia lulus seminar proposal, dan sekarang dia bisa konsen ke pembuatan produk jadinya saja, tentunya sekalian melaksanakan revisi yang diberikan penguji padanya.

Aku melangkah masuk kedalam ruang 325 itu, piston didadaku semangkin memutar kencang, aku sadar bahwa sebentar lagi disinilah aku akan dibantai, oleh para penguji yang kebetulan mereka adalah dosen-dosen yang cukup dikenal kejam dalam menguji.

Efan menutup pintu ruang 325 ini, dan sekarang hanya ada aku bersama para penguji didalam, buk Yuli mulai berbasa basi membuka forum ini, dan beberapa saat kemudian aku mulai mempresentasikan proposalku.
pertanyaan demi pertanyaan menyerangku, terutama dari pak Agus yang bertanya sekaligus menjatuhkan system yang aku buat, hinaan secara tidak langsung itu terbaca olehku, aku tahu apa yang dimaksud bapak itu, ditambah lagi masukan dari pak Wawan yang memperkuat pendapat pak Agus, aku hanya bisa bertahan dan menjawab sebisaku, sebab pertanyaan mereka sudah langsung menjatuhkan system yang aku buat ini, aku juga tidak mungkin bisa marah, sebab emang itulah tugas mereka sebagai penguji, buk Yuli yang aku harapkan bisa membelaku juga tidak bisa berkata apa-apa, sedangkan pak Dadang yang sudah janji akan datang keseminarku tidak menampakkan batang hidungnya diruangan itu.

sedikit dengan perasaan kecewa terhadap penguji dan pembimbing, aku disuruh keluar ruangan untuk menantikan keputusan dari para petinggi didalam, para sahabat langsung pengerubungiku, namun semua terasa kosong, aku tidak memperdulikan apa yang mereka tanyakan. tidak lama kemudian aku disuruh masuk kedalam ruangan panas itu. Dan apa akhirnya apa yang aku takutkan datang, aku diputuskan untuk seminar ulang, sekaligus mengubah system yang aku buat, badang yang tadinya tegas sekarang terasa lemas, kepalaku seakan berat, mendengar keputusan yang diceritakan buk Yuli kepadaku.

Setelah buk Yuli keluar, kulihat para sahabatku merlari memasuki ruangan ini, mereka menanyakan apa keputusannya, aku hanya bisa menjawab dengan satu kata, "NGULANG" dan memberi sedikit senyuman pada mereka, walau senyuman itu sangat berat dilakukan.

Kabar dari poltabes pekanbaru masuk kehpku, bahwa aku harus datang kekantor poltabes itu untuk menindak lanjuti kasus kehilangan motor. Pulang dari kampus dengan membawa berita buruk, aku langsung bergegas menuju poltabes untuk menindak lanjuti kasus yang aku laporkan kepoltabes tanggal 2 februari 2011 kemarin.

Panasnya pekanbaru seakan menembus celana jeans yang aku pakai, jari-jari kakiku terasa disengat matahari siang itu, kantor polisi yang tak seberapa itu kumasuki, dan menemui bagian ranmor dilantai tiga. hampir satu jam suntuk aku dan Julenk berada diruangan polisi itu, hanya untuk membuat surat yang berisikan pertanyaan pertanyaan aku dan Julenk harus duduk menyuntuk diruang sempit itu.

Selesai dari poltabes, aku menuju rumah untuk menenangkan diri sejenak, berharap dirumah aku bisa melupakan semua yang terjadi hari ini. Amak duduk termenung dengan air mata menetes dipipinya, aku tahu bahwa dia pasti sedih melihatku tidak lulus ujian proposal, dia berdiri dengan kaki pincang nya, dan mengusap-ngusap punggungku, aku gak boleh melihatkan tampang sedih didepannya, cuma itu yang aku rasakan pada waktu itu, apa lagi aku tahu bahwa Amak sebenarnya harus mengurus keberangkatan umrah nya kekantor batavia, sampe saat ini belum ada satu orang pun dirumah yang bisa membantu dia mengurus keberangkatannya itu, hanya aku yang mampu, namun aku belum bisa membantu amak sebab kesibukan yang tidak bisa dibawa santai dikampus, apalagi sekarang aku harus bersiap mengulang seminar proposalku.

kulihat Yanda sedang bersiap siap untuk pergi, dengan gaya khas nya itu dia melangkah kearahku, dan memberi sedikit senyuman, "bang'mintak uang, yanda gak ada jajan" suara nya yang meminta itu langsung menusuk hatiku, membuat perasaan sedih itu semangkin menumpuk.Aku memaksakan diri untuk tidur sejenak dan melupakan semua itu.

Pukul 16:00 aku terbangun dari tidurku, ternyata langit sedang meneteskan airmatanya, aku anggap itu adalah ungkapan prihatinnya kepadaku, rintik hujan yang membasahi jendela kaca itu sejenak berfikir, aku harus bertahan, tinggal sedikit lagi aku pasti bisa, masih banyak teman-teman yang masih belum bisa maju proposal, aku harus bisa, tetap tersenyum buat sahabat sahabatku.

note untuk hari ini :
- aku hanya bisa mengucapkan terimakasih buat Abrar, Robby dan Ijal yang sudah mengurus snack untu para penguji.

- terimakasih buat Efan dan yayay yang sudah bela-belain datang untuk memberi semangat padaku dalam seminar proposal hari ini.

- terimakasih buat Julenk yang sudah meminjamkan motor, membayarin makan kemarin malam, dan menjadi saksi hilangnya motorku.

- terimakasih buat Rinny pacarku yang sudah memberi semangat dan doanya, dan juga sudah mau mengerti betapa sibuknya aku saat ini.

- terimakasih buat Laras yang sudah nelpon pagi-pagi buat bangunin aku, dan memberi motifasi untuk seminar hari ini, dan Anha yang sudah sms sepanjang mungkin untuk memberi semangat padaku.

- terimakasih lagi buat Julenk, untuk sebatang rokok nya malam ini   :)

4 comments:

r0Lan_disini said...

ada hikmah dibalek itu semua teman.....
life must go on ....

buat julenk : pelit kali ko ngasih sebatang rokok ....wkwkwkwkkw

Putra said...

hahahahaha,,banyak lagi sebenarnya kejadian buruk hari ni lan,, capek aja aku nulis nya...

Andreas said...

Nice info sob..
Di tunggu info menarik berikutnya..
*Komud*

metamorf21 said...

tenang aja bro....
pasti ada hikmahnya....

follow back ya....:)

Post a Comment

 
 
 

slide foto