Kamis 20 januari 2011

Friday, January 21, 2011


                “kamu gak kuliah”, suara amak terdengar jauh dari alam sadarku, perlahan kubuka mataku yang terasa sangat berat sekali, sambaran sinar matahari dari balik jendela seakan menusuk bola mataku, kuambil bantal guling dan kutimpakan diatas mukaku, dengan sisa tenaga yang ada kubisakan diriku untuk duduk sejenak sambil mengumpulkan nyawa.
                Tercium wangi colone musky, perlahan kubuka mataku kembali, terlihat Yanda yang sudah berseragam sekolah bersiap siap membereskan beberapa buku yang berserakan diatas ampli gitar milikku, sambil diiringi dengan nyanyian kecil dari mulut nya, Yanda melangkah keluar kamar dengan menyandang tas sekolahnya.

                Aku tersentak, kulihat waktu sudah menunjukkan pukul Sembilan lewat, aku baru ingat bahwa hari ini Rini dan temannya akan datang kerumahku, katanya ada yang mau diminta tolongin. Rini adalah pacarku, seorang wanita berjilbab berumur 21tahun dihari minggu tanggal 16 januari kemaren, hubungan ini sudah kami jalani selama sepuluh bulan, dan Alhamdulillah tidak ada masalah sama sekali.
                Kusandarkan badan lemahku dikursi jepara coklat yang ada diruang tamu rumahku, terlihat secangkir teh hangat buatan amak sudah berdiri diatas meja makan, kudatangi meja bundar itu dan perlahan kuserut teh yang sudah tidak terlalu hangat itu, aku sadar bahwa teh ini sudah cukup lama berdiri dimeja makan ini. Setelah beberapa lama dan terasa sudah sedikit bertenaga aku bersiap siap untuk mandi, karena sebentar lagi si pacar dan teman temannya akan datang kerumah.

                David Cook dengan lagu nya always be my baby menemaniku duduk diruang tamu sambil menunggu Rini dan teman temannya datang kerumah, amak yang lalu lalang keluar masuk kamar terlihat disudut mata, lukisan kedua orangtua ku terpajang kokoh didinding, foto wisuda bang Dila terpajang didalam akuarium kaca yang sudah tidak bisa diisi air lagi akibat bocor.
                Secondhand serenade dengan judul awake menggantikan lagu David Cook tadi, makna lagu yang cukup dalam membuatku sedikit menghayal dan nyaris tertidur, disaat mata mulai berat terdengar suara motor yang berhenti dihalaman belakang rumah, kulihat dari jendela ternyata Rini dan teman temannya sudah datang, terlihat Rini yang sedang mencium tangan amak.
                “camekum” salam keimut imutan dan diiringi dengan senyuman dari Wella gadis cantik teman dekat Rini dikampus nya, terlihat juga Anha dan pacar nya menyusul dibelakang Wella dan Rini.
                Ruang tamu yang sedikit gerah itu mengganggu suasana ngobrol kami, giliran pemadaman listrik datang diwaktu yang tidak tepat, Anha meletakkan laptonya didepanku, dia meminta tolong untuk menginstallkan antivirus, sedangkan Wella dan Rini sibuk menggosib sambil ketawa lepas, bang Tomi pacar nya Anha sibuk mencemeeh Anha yang sama sekali tidak mengerti soal computer.
                Suasana mulai sepi, suara ketawa dan bergurau tadi hilang seketika, Anha dan bang Tomi duduk berdampingan dikursi jepara sambil melihat lihat foto dari laptopku, sedangkan Wella duduk bersila dilantai sambil online dengan modemnya, aku hampir tidak sadar kalau Rini sudah tertidur dan menyandar dibahuku, karena terlalu serius mengerjakan laptop Anha aku sampai melupakan si nyet ku tersayang. Kugoyang bahuku sehingga kepala Rini kerjatuh kesofa merah jadul yang kami duduki, terlihat respon sedikit kaget dari dya, “eeee,,,jahat!!” ujarnya sambil mencubit pinggang kiriku.
               
“makasi putra” teriak Anha dan Wella serentak sambil berjalan keluar dari pintu rumahku, bang Tomi yang sudah menunggu Anha didepan teras dan bersiap siap untuk pulang mengisap sebatang rokok putih yang biasa dihisapnya.
                Dua motor melintas didepanku, motor Anha dan bang Tomi lebih dahulu keluar dari pagar rumahku, disusul Rini dan Wella dibelakangnya, senyum manis dari Rini seakan menggantikan ucapan pamit dari mulutnya.

                Kembali kubaringkan badanku dikasur, belum beberapa menit terdengar suara amak memanggilku kedapur, bergegas aku melangkah kedapur dan ternyata sudah ada rendang dan nasi serta kerupuk udang  diatas meja makan, tak terasa waktu sudah menujukkan saatnya makan siang.
               
                Hari sudah menunjukkan sedikit demi sedikit akhir dari 20 januari 2011 ini, matahari perlahan sudah mulai mulai tenggelam kembali, suara adzan magrib pun berkumandang diudara. Waktu sudah menungjukkan pukul tujuh kurang, aku bersiap siap untuk [ergi kekontrakan, dikontrakan malam ini akan mengadakan rapat rumah langit, tentu saja membahas masalah keuangan dan peraturan peraturan yang berlaku.
                Kupacu terus motor bebek itu, angin malam yang menghantam kemeja biru yang aku pakai, kuabaikan saja, lampu kendaraan tersusun rapi disepanjang jalan, kuputar terus peda gas motor tuaku itu, suara angin yang meribut diteiingaku kuabaikan saja, samar-samar kudengar suara yang tidak asing lagi menembus suara angin yang berteriak ditelingaku, ku hentikan laju motorku dan kuarahkan motorku kepinggiran jalan, kulihat dari kejauhan ada Kurnia yang sedang duduk diatas motor.
                Aku lihat ada Julenk dan Ijal sedang melihat kerja tukang ahli kunci itu, ada Efan, Ari dan Awe duduk didepan kedai seorang wanita tua, sedangkan Kurnia dan Rendi duduk diatas motornya masing-masing, aku heran mengapa mereka semua ngumpul disini, seumur-umur prasaan aku mereka tidak pernah berkumpul disini selain diKontrakan, “motor Julenk sama Ijal dicongkel orang..” ujar Efan kepadaku, aku baru ngerti mengapa mereka semua disini, mereka disini karena ingin memperbaiki kunci motor Julenk dan Ijal yang rusak akibat dicongkel oleh pelaku curanmor.

                Kuparkirkan motorku dikontrakan, Awe dan Abrar sudah duluan sampai dikontrakan, kulihat ada Kurnia sedang online dikamarku, ada juga Robi yang sibuk dengan blog dan facebooknya, sementara Bowo sibuk dengan game dota kegemarannya.
                Aku duduk dimeja bundar dirumah keluarga kontrakan kami, sambil melihat Robi sibuk dengan dunianya sendiri.

2 comments:

Anonymous said...

mantap put,
tapi itu "robi" ? bukannya "robby" ? -________-

Putra said...

ok ok,,sorry.. hahahaha

Post a Comment

 
 
 

slide foto