Kuliner - Mie ayam Gibran

Sunday, January 6, 2019




Jika sedang melintas di jalan gardenia ( jl rajawali ) di pagi hari saat akan ke kantor atau kegiatan lainnya, tidak ada salah nya untuk singgah dan sarapan di mie ayam Gibran. Lokasi nya dekat dengan martabak trendys. Mie ayam Gibran buka pagi hari sampai pukul 11.00 wib dengan menggunakan tenda dan gerobak mie ayam.
Satu porsi mie ayam Gibran dengan telur adalah Rp.11.000,- harga yang cukup terjangkau untuk satu porsi mie ayam dengan rasa yang enak. Untuk mie ayam ini sendiri kamu bisa menggunakan kuah dan bisa juga mie ayam nya kering atau tidak menggunakan kuah. Untuk saya sendiri, saya suka makan mie ayam tidak menggunakan kuah, karena bumbu nya akan lebih menyerap ke dalam mie dan saya dapat merasakan rempah rempah yang digunakan pada bumbu. Dalam satu porsi mie ayam memiliki komposisi seperti mie, ayam yang sudah di bumbui, saus dan kecap, bisa ditambahkan cabe rawit giling jika suka.
Mie ayam Gibran juga menyediakan kerupuk dan goreng yang dapat di nikmati bersama mie ayam yang akan melengkapi dan menambah cita rasa dari mie ayam tersebut. Jangan lupa untuk mencoba ya infopku kuliners.

READ MORE - Kuliner - Mie ayam Gibran

test

Saturday, January 5, 2019

coba alamat url baru
READ MORE - test

Persyaratan Paket C Setara SMA

Friday, November 16, 2018


berikut ini adalah Persyaratan Paket C Setara SMA yang harus disiapkan : 

1.       Ijazah asli terakhir SMP/Mts/Paket B
2.       Foto kopi ijazah leges / SKHUN (bila tidak ada pegawai PKBM Verlenen Education mengurus ke dinas Pendidikan)
3.       Foto kopi kartu keluarga atau KTP 3 Lembar
4.       Pasfoto warna merah 3*4        5 Lembar
5.       Pasphoto 3*4 hitam putih         5 Lembar
6.       Pashoto 2*3                               3 Lembar
7.       Materai 6000 3 lembar
8.       Adm. Pendaftaran
9.       Map Plastik bertulang Warna Kuning1 dan Map Biasa Warna Kuning 2 Lembar
             



READ MORE - Persyaratan Paket C Setara SMA

Pakaian adat Riau (melayu) jenis dan sejarahnya


Pakaian adat  Riau (melayu) jenis dan sejarahnya

Pakaian adat pastinya ada disetiap daerah tidak terkecuali riau, pakaian adat di riau juga memiliki jenis jenis dan sejarah nya tersendiri. untuk pakaian tradisional ini sendiri merupakan pakaian yang digunakan pada situasi dan kondisi tertentu bagi pemakaianya dan juga aktifitas apa yang sedang dilakukan. Untuk lebih jelas nya berikut ini adalah jenis jenis dan sejarah dari pakaian adat Riau.
Baju Adat Riau:
1.      Baju riau
Baju berbelah ini seakan-akan kebaya pendek. Baju Riau pun disebut 'Engku Puteri atau Raja Hamidah' puteri pada Raja Haji iaitu Yang Dipertuan Muda Riau yang kelima dari keturunan Bugis. Pada umumnya baju traisional melayu untuk kaum laki-laki biasanya dilengkapi dengan kain Songket.

2.      Baju belah kebaya panjang
Walaupun wanita Johor terkenal dengan baju kurung, tetapi dalam acara majlis, mereka muncul juga dengan memakai kebaya, sebagai warisan daripada Kerajaan Johor-Riau. Pola baju belah panjang ini masih bersifat ‘mengurungkan’ anggota badan. Secara tradisi potongannya labuh sehingga buku lali. Cuma bezanya ia berbelah dan berpesak di hadapan baju ini, umumnya dipakai sebagai pakaian di luar rumah atau upacara rasmi. Baju belah panjang ini terkenal di Melaka, Perak, Selangor dan Kedah-Perlis. Baju kurung belah ini kemudiannya dikenali sebagai ‘baju panjang’ dan ‘kebaya panjang’. Tradisi ini berkembang menjadi kebaya dan bertangan panjang berpesak lurus di hadapan, berkekek dan berbelah dada yang ditutup dengan kancing atau kerongsang tiga.

3.      Baju melayu
Istilah ini berhubung langsung dengan pola lingkaran leher baju, tengkuk ‘cekak’ tinggi atau leher tegak empang. Pengertian ‘cekak musang’ merakamkan imej alami untuk leher baju yang bercekak tinggi berdiri (2.5cm) melingkari leher. Ukuran ditentukan oleh lingkaran (bulat) yang dibuat dengan ibu jari lain yang bertemu hujungnya. Baju ini mula dipakai di Johor ketika pemerintahan Sultan Ibrahim Ibni Sultan Abu Bakar.
4.      Baju teluk belanga
Baju ini mula di perkenalkan di Teluk Belanga, Singapura dan tersebar luas sebagai ciri khas johor khususnya pada abad ke-19. Ia juga dikatakan sejenis pakaian lelaki yang dikatakan telah direka oleh Sultan Abu Bakar pada tahun 1866 untuk meraikan perpindahan ibu negeri Johor dari Teluk Belanga di Singapura ke Johor Bahru. Walau bagaimanapun istilah ini akhirnya menjadi ciri khas masyarakat Melayu hingga disebut selengkapnya ‘Baju Melayu’.

5.      Baju kurung
Baju kurung dianggap popular dan dipakai oleh lelaki dan perempuan. Perbezaannya terletak pada bahagian kocek iaitu lelaki mempunyai tiga kocek manakala perempuan mempunyai satu kocek serta perbezaan daripada segi pemakaian.[2] Pengertian kurung secara tidak langsung telah membawa erti ‘mengurung atau menutup’ anggota tubuh. Cara ini menepati konsep pakaian cara Melayu setelah kedatangan Islam, sehinggalah istilah ‘kurung’ diertikan sebagai baju yang selesa dan longgar, labuh atau panjang. Sehingga disebut dengan berbagai-bagai nama misalnya ‘baju kurung bernyawa’ walaupun mempunyai pelbagai nama namun baju kurung telah menampilkan ciri-ciri tersendiri.

Sejarah Pakaian Adat Riau
Pakaian adalah simbol budaya yang menandai perkembangan, akulturasi, dan kekhasan budaya. Pakaian juga bisa menjadi penanda mengenai identitas suatu masyarakat dalam sebuah daerah, termasuk pakaian tradisional Riau. Nama pakaian adat kepulauan Riau sendiri adalah kebaya labuh dan teluk belanga.
Masyarakat Melayu Riau masih memegang pengaruh pribumi yang dirasakan dalam sikap dan perilaku mayoritas masyarakat, terutama di pedesaan / pedalaman. Kebiasaan Melayu Riau sendiri adalah begitu memegang adat melayu dan norma Islam.
Perpaduan Islam dan Melayu inilah yang kemudian membentuk budaya baru, salah satunya tercermin dalam pakaian masyarakat Riau yang dikenakan. Selain itu, pakaian dan perhiasan tidak hanya untuk memenuhi persyaratan atau untuk mempercantik penampilan tetapi juga mengandung semangat tertentu. Semangat inilah yang melingkupi nilai syukur dan kejujuran hidup masyarakat Riau dan menjadi filosofi pakaian melayu Riau.
Pakaian Tradisional Riau

(gambar : google)
Teluk Belanga adalah kostum tradisional Riau. Seorang pria mengenakan kurung kurawal yang ketat, dilengkapi dengan kopiah. Di bawahnya laki-laki memakai celana panjang dengan baju warna yang sama. Di pinggangnya, laki-laki memakai kain yang terbuat dari tenun dan motif-motif khas budaya Melayu. Sementara untuk wanita mengenakan baju kurung jangkar dan belitan kain songket atau kain pilihan. Di bagian kepala wanita ditutupi dengan kerudung yang kemudian dibelitkan ke leher. Dengan demikian, rambut wanita tidak muncul dan bagian dada wanita benar-benar tertutup.
Pakaian Adat Melayu Kepulauan Riau

(gambar: google)
Pakaian adat Riau sendiri terdiri dari pakaian resmi, sehari-hari dan pakaian pernikahan. Pakaian harian dikenakan setiap hari, baik oleh anak-anak, orang dewasa, dan orang tua. Pakaian sehari-hari dikenakan untuk kegiatan sehari-hari, misalnya ketika bekerja di ladang, bermain, ke laut, di rumah, serta kegiatan lainnya. Jenis pakaian untuk wanita, dikelompokkan menjadi pakaian wanita dan pakaian anak-anak wanita dewasa.
Sedangkan pakaian resmi atau pakaian tradisional dikenakan pada acara-acara tertentu yang berkaitan dengan acara resmi atau acara adat. Baju adat Riau modern terdiri dari Baju Kurung Cekak Musang dan kebaya laboh. Untuk baju Kurung Cekak Musang digunakan oleh laki-laki dewasa. Baju ini dilengkapi dengan sarung perekat dan kopiah di atas kepala.
Sementara untuk wanita, baju adat yang digunakan adalah kebaya laboh atau baju kurung tulang belut. Baju adat untuk wanita riau ini dikombinasikan dengan sarung motif batik dan juga penutup kepala dari selendang. Selendang dalam bahasa riau adalah tudung lingkup. Tudung lingkup ini sendiri biasanya digunakan untuk keladang dan sawah.
Baju adat riau Anak Anak
(gambar:google)
Untuk baju anak anak yang digunakan sehari hari adalah baju monyet. Smeentara jika usia nya telah beranjak besar, maka pakaian adatnya adalah teluk belanga yang dikombinasikan dengan sarung atau celana dan kopiah. Bagi anak perempuan sama hal nya dnegan anak laki laki namun jika ia beranjak besar pakaian nya adalah baju kurung yang bisa dikombinasikan dengan motif bunga.
Keunikan & Filosofi Warna Pakaian Adat Riau

(gambar:google)

Pakaian adat riau Warna, bentuk, dan Model

Warna, bentuk, dan model pakaian adat ditentukan berdasarkan filosofi Melayu Riau yang mengandung nilai-nilai tertentu. Warna yang sangat dominan di komunitas Melayu Riau adalah kuning keemasan, hijau lumut dan merah darah. Warna-warna di atas telah diwariskan secara turun temurun sejak nenek moyang orang Melayu di Tanah Kuning Sassy hidup.
Ketiga warna tersebut selalu terlihat di jilbab rumbai Riau dalam acara pernikahan adat atau kebesaran budaya Melayu. Berikut adalah filosofi warna dalam pakaian adat Riau :
  1. Warna hijau lumut.
Hijau lumut melambangkan kesuburan dan kesetiaan, taat dan patuh, melawan ajaran agama. Warna baju hijau lumut sering digunakan oleh klan bangsawan, Tengku, dan Wan.
  1. Warna kuning keemasan
Kuning keemasan melambangkan kebesaran, otoritas dan kemegahan. Warna kuning keemasan pada masa Kerajaan Siak, Riau Lingga, Indragiri dan Pelalawan merupakan warna larangan yang tidak boleh digunakan sembarangan sehingga warna kuning emas begitu tabu bagi rakyat biasa jika memakainya.
Orang-orang yang berhak memakai pakaian dengan warna kuning keemasan adalah Sultan atau Raja dari tanah kerajaan-kerajaan Melayu. Sementara selir kerajaan atau istri Sultan bisa mengenakan warna kuning keemasan hanya pada upacara Kerajaan.
  1. Warna merah darah.
Merah darah melambangkan kepahlawanan dan keberanian, taat dan setia kepada Raja dan rakyat. Warna merah mempunyai arti bagi masyarakat Riau sebagai kecemerlangan.
  1. Warna hitam.
Warna hitam melambangkan kesetiaan, ketabahan dan bertanggung jawab dan jujur. Gaun hitam sering dikenakan oleh orang-orang hebat di Kerajaan dalam acara kebesaran atau seremonial Kerajaan.
Nilai-nilai dalam Pakaian Adat Riau
Inilah Nilai estetika sebenarnya yang terkandung dalam setiap baju adat tradisional Melayu Riau adalah sebagai berikut:
  1. Sebuah nilai tradisi.
Pakaian yang dikenakan dalam upacara tradisional telah menjadi tradisi selama bertahun-tahun. Tradisi ini telah menjadi ciri khas dari keunikan dan komunitas yang ada dalam masyarakat. Dari pakaian adat yang dipakai, maka dapat dipelajari tentang tradisi masyarakat yang bersangkutan.
  1. Pelestarian Nilai Budaya.
Pakaian adalah salah satu produk budaya modern yang semakin hari semakin banyak modelnya. Busana adat yang saat ini banyak digunakan masyarakat Melayu Riau adalah warisan budaya yang harus dilestarikan. Melestarikan pakaian tradisional sama halnya dengan melestarikan kekayaan budaya Melayu.
  1. Nilai Sosial.
Pakaian menjadi simbol penanda status seseorang. Selain itu, melalui nilai-nilai yang dikandungnya, baju adat Riau juga berarti sebagai media untuk menyatukan masyarakat. Nilai-nilai sosial yang muncul dalam pakaian tradisional menyematkan makna tertentu yang dinilai dan ditafsirkan oleh orang-orang.
Nah sekarang sudah tau kan pakaian adat riau memiliki banyak jenis dan filosofi tersendiri dalam menggunkaan warna dan corak, yuk bangga menggunakan pakaian adat riau.


READ MORE - Pakaian adat Riau (melayu) jenis dan sejarahnya

My Blog My Old House

Wednesday, March 4, 2015

4 Maret 2015, tak terasa sudah 3 tahun lebih aku gak pernah posting cerita alay diblog ini, ibarat rumah type 36 yang sudah tak dihuni selama 4 tahun terlihat jaring labah-labah dimana-mana, lengkap dengan gembel tidur dipojokan dinding reot itu, dan fotoku sudah tertutup oleh debu.
Ingin rasanya mengembalikan rumah ini sepeti semula, namun aku butuh pertolongan dari seseorang yang bisa dan sabar untuk membantunku.
welcome back my blog.
READ MORE - My Blog My Old House

 
 
 

slide foto